Sejarah Hitam Pelecehan Terhadap Wanita
Sejarah pelecehan terhadap wanita muslim berawal dari negeri Kan’an, Mesir, ketika penguasa Mesir pada waktu itu Muhammad Ali Basya mengadakan program pengiriman mahasiswa-mahasiswa muslim ke Prancis. Di antara mereka yang dikirim adalah Rif’at Rafi’ Ath-Thahthawi (w. 1290 M). Dialah yang pertama kali menyebarkan bibit propaganda terhadap emansipasi wanita ini sepulangnya dari Prancis. Lalu mulailah gerakan setan ini diteruskan oleh para pewarisnya di segala penjuru negeri Islam.Di Mesir sendiri -negeri pertama kali yang mempropagandakan gerakan emansipasi wanita ini- banyak orang yang terpengaruh dengan pemikiran Rif’at ini yang kebanyakan mereka adalah para intelektual muslim hasil didikan Barat dan orang Nashrani, diantaranya adalah:
• Markus Fahmi (w. 1374 M) dalam bukunya Al-Mar’atu fi Asy-Syarqi(Wanita Timur).
• Ahmad Luthfi As-Sayyid (w. 1382 M), orang pertama kali yang mengajak wanita-wanita menanggalkan busana muslimahnya. Dan ini sejarah pertama yang tercatat di Mesir dan mendapat dukungan dari Thaha Husain (w. 1393 M)
• Qasim Amin (w. 1326 M) orang kedua setelah Rif’at yang menjadi propagandis terkenal dalam gerakan emansipasi wanita. Dia menulis buku yang terkenalTahriirul Mar’at (Emansipasi Wanita). Yang banyak mendapat kecaman dari para ulama baik di Mesir, Syam dan Iraq dan dihukumi murtad oleh mereka. Akan tetapi tidak lama kemudian dia menulis buku lagi yang berjudul Al-Mar’atu Al-Jadiidatu (Wanita Modern), maksudnya adalah: merubah wanita muslimah menjadi wanita Eropa.
• Ratu Naziliy Abdurrahman Shabriy, seorang muslimah yang telah murtad dengan pindah ke agama Kristen. Dia merupakan salah satu pendukung tulen gerakan “Emansipasi Wanita” ini (Lihat: Ratu Naziliy: 8/226-227)
• Sa’d Zaghlul (w. 1346 M) dan saudara sepupunya Ahmad Fathi Zaghlul (w. 1332 M) sebagai pelaksana pemikiran yang dibawa oleh Qasim Amin ini.
• Huda Sya’rawi (w. 1367 M) pemimpin gerakan wanita di Kairo yang mendakwahkan Emansipasi Wanita pada tahun 1337 M. Dan kongres mereka yang pertama kali dilangsungkan di gereja Al-Marqashiyah di Mesir tahun 1338 M. Huda Asy-Sya’rawi adalah wanita muslimah Mesir pertama kali yang menanggalkan hijab.
Dan masih ada lagi nama-nama lain dari para pengikut hawa nafsu dari Mesir seperti: Ihsan Abdul Quddus, Mushthafa Amin, Najib Mahfudz, Thaha Husain dari kalangan umat Islam, sedangkan dari kalangan Kristen muncul nama seperti: Syibli Syumayyil, Farah Anton dll. Mereka bahu membahu mendakwahkan gerakan iblis ini untuk mengelabui wanita-wanita muslimah dengan menggunakan surat kabar, sarana pertama dan paling utama serta paling untuk efektif untuk menyebarkan gerakan ini. Maka muncullah surat kabar dengan nama “Majalah As-Sufur (Majalah Pornografi)” pada tahun 1318 M, yang isinya tidak lain merusak wanita muslimah seperti : Menampilkan gambar-gambar wanita seksi., Pemikiran sesat tentang wanita itu sama dengan lelaki dalam semua hal, Menjelek-jelekkan ajaran islam bahwa lelaki adalah pemimpin bagi wanita., Menampilkan mode dan busana ala Barat, Menampilkan gambar tempat-tempat hiburan, kafe, bar, Menampilkan kisah-kisah mesum dan porno yang merusak kehormatan wanita.
Kisah yang Memilukan
a. Kisah Pertama: ketika Sa’ad Zaghlul pulang dari Inggris -dengan membawa pemikiran sesatnya untuk merusak Islam dari dalam- untuk menyambut kedatangannya di bandara dibuatlah dua panggung, satu khusus untuk laki-laki dan yang lain untuk wanita dengan memakai hijab. Begitu Sa’ad Zaghlul turun dari pesawat, dia langsung menuju panggung khusus wanita dan disambut langsung oleh Huda Sya’rawi yang pada waktu itu memakai hijab agar dilepas oleh Sa’ad. Lalu Sa’ad pun melepaskan hijab dari Huda yang diikuti serentak oleh wanita-wanita yang hadir pada saat itu dengan bersorak-sorai.
b. Kisah Kedua: Shafiyah bintu Mushthafa Fahmi, isteri Sa’ad Zaghlul yang setelah menikah dengannya dia mengganti namanya menjadi Shafiyah Hanim Sa’ad Zaghlul, dengan menisbahkan dirinya sebagai istri ke nama suaminya sebagaimana kebiasaan wanita-wanita barat setelah mereka menikah. Pada sebuah demonstrasi wanita yang berlangsung di depan istana Nil, dia melepas hijab yang diikuti secara serentak oleh para wanita yang lain. Kemudian mereka menginjak-injaknya dan membakarnya bersama-sama. Oleh karena itu lapangan tempat terjadinya peristiwa tersebut dengan nama “Maidan At-Tahrir “ (Lapangan Kebebasan).
Jagalah Kehormatanmu wahai wanita dengan cara :
1. Tegar dengan memakai jilbab syar’i
Memakai jilbab syar’i juga termasuk sebab terbesar dalam merealisasikan kesucian dan kehormatan diri. Ini merupakan kewajiban yang Alloh embankan atas seluruh wanita muslimah. Tidak ada alasan bagi mereka untuk menolak atau meragukan hukumnya. Alloh berfirman:
”Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Alloh adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. al-Ahzab [33]: 59)
Betapa tegas dan jelas ayat yang mulia ini menunjukkan bahwa jilbab merupakan perintah dan syar’iat Alloh Ta’ala kepada segenap wanita muslimah, bukan seperti yang didengungkan sebagian kalangan. Kata mereka, jilbab muslimah hanyalah tradisi wanita Arab karena mereka tinggal di daerah panas. Sungguh amat besar kedustaan yang keluar dari mulut mereka!! Apabila setiap wanita telah menyadari bahwa jilbab merupakan perintah agama bukan hanya sekadar mode semata, maka ia wajib memakai jilbab yang memenuhi persyaratan-persyaratan sehingga terwujudlah manfaat jilbab sebagai sarana menjaga kesucian diri. Di antara syarat-syarat yang harus dipenuhi jilbab adalah Menutupi seluruh badan selain yang dikecualikan, Tidak ketat sehingga membentuk tubuh, Kainnya harus tebal, tidak tembus pandang, Tidak menyerupai pakaian laki-laki, Tidak menyerupai pakaian wanita kafir,
2. Pilih teman yang sholihah
Kita semua menyadari, bahwa manusia tidak bisa hidup melainkan harus berteman dan bersosialisasi. Demikian pula wanita muslimah, punya teman dan handai tolan yang sehari-hari berinteraksi dan bergaul dengannya. Namun, hendaknya wanita muslimah bersikap selektif dalam memilih teman bergaulnya. Pilihlah teman yang bisa membantu dalam kebaikan dan ketaatan kepada Alloh, teman-teman yang selalu menjaga kesucian dirinya, karena teman punya pengaruh yang sangat kuat dalam membentuk kepribadian seseorang. Perhatikan firman Alloh berikut ini
”Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Robbnya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhoan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas”. (QS. al-Kahfi [18]: 28)
Sebaliknya, teman yang jelek akan mendorong untuk berbuat jelek pula, tidak menguntungkan justru membawa kerugian dan penyesalan. Alloh berfirman:
”Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: “Aduhai kiranya (dahulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rosul. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku dahulu tidak menjadikan si fulan itu teman akrabku. Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari al-Qur’an ketika al-Quran itu telah datang kepadaku, dan adalah setan itu tidak mau menolong manusia.” (QS. al-Furqon [25]: 27-29)
Rasulullah SAW bersabda yang artinya:”Berjanjilah kepadaku, bahwa kamu akan mengerjakan enam perkara ini, niscaya aku jamin masuk syurga:
1.berkatalah yang benar.
2.tepatilah apabila kamu berjanji.
3.tunaikanlah apabila di amanati orang.
4.jagalah kehormatanmu.
5.tundukkanlah pandanganmu (dari wanita)
6.hentikanlah lencang tanganmu (jangan suka memukul orang)¨. Hadits riwayat Ahmad
Menjaga pandangan adalah kehormatan bagi wanita, malu adlah perhiasannya. Dan dalam kitab- Nya telah diperintahkan agar kaum hawa menahan pandangan dan menjaga kemaluannya. Milikilah rasa malu karena itu adalah harga dirimu. “ Zina mata adalah memandang ( jelalatan), zina lisan adalah bicara (jorok), zina tangan adalah menyentuh, zina kaki adalah melangkah ke tempat remang –remang, zina telinga adalah mendengarkan yang tidak – tidak , sedangkan kemaluan membenarkan atau mendustakannya “ ( HR Iman Ahmad).
Tebar pesona , mengingatkan diri menjadi pusat perhatian orang, berarti menjadikan diri ingin pujian dan membuat orang terpesona akan keberadaanmu.. Jangan kau tebarkan pesonamu dengan murah karena pesona itu akan memudar. Seperti buah durian bila terbuka baunya menyenangkan sesaat. Semua orang bisa ikut mencium bau harumnya, bahkan ikut menjilat dan mencicipinya. Tetapi rasanya sudah tidak enak untuk dimakan, bahkan terkadang durian iu tidak berharga lagi karena dihinggapi banyak lalat. “ sikap menjaga diri dan malu membuat engkau semakin anggun, membuatmu semakin cantik. Gunakanlah pakaian takwamu dan perhiasan imanmu…
Menjadi laki-laki atau perempuan memang bukan pilihan kita. Tetapi menjadi laki-laki yang baik atau buruk adalah sebuah pilihan dalam genggaman kita. Terlebih-lebih bagi perempuan, mau menjadi wanita shalihah atau ahli maksiat adalah pilihan yang harus diambil. Dalam setiap tayangan TV, dapat dipastikan bahwa wanita senantiasa menghiasi semua program. Iklan-iklanpun bertaburan bintang-bintang wanita sekalipun barang yang dijual tidak ada hubungan sama sekali dengan wanita. Wanita sudah menjadi bagian penting dalam promosi, bahkan komoditi itu sendiri. Tak jarang, wanita-wanita seperti ini menjadikan profesi bintang publikasi sebagai cita-cita dan tujuan hidupnya karena dengannya popularitas dapat diraih dan duitpun menumpuk di kantong. Untuk mencapai tujuannya ini tak jarang mereka menggunakan segala cara. Tubuh yang Allah anugerahkan untuk dijaga kehormatan dan ditutupi auratnya justru dieksploitasi habis-habisan. Tak sedikit yang kemudian menggadaikannya…
Hai wanita , apa yang akan kau sampaikan di hadapan Rabbmu di hari pengadilan nanti?
Ketika lidah dikunci dan setiap helai rambut menjadi saksi? Tatkala lisan tak berfungsi dan setiap degup hati dimintai pertanggungjawaban? Itulah sebabnya menjadi wanita shalihat adalah sebuah keharusan. Oleh karena itu saudariku, tutuplah auratmu agar tak ada mata yang menjadi liar karenanya. Tutuplah dengan sempurna agar tak ada celah bagi setan untuk membeliakkan mata para pria. Lindungi auratmu dengan santun dan mulia. Bukan ditutup tapi ditonjolkan. Bukan ditutup tapi diketatkan. Bukan ditutup tapi dibelah tinggi.
Tolonglah para lelaki agar teduh mata hatinya….
tak cukup hanya menjilbabi fisikmu. Wajah cantik muslimah pun menggugah selera. Teduhkan wajahmu dengan malu kepada Allah SWT agar setiap senyummu menjadi sedekah, bukan penghias mimpi para jejaka. Jadikan lantunan suaramu sebagai tadzkirah bukan penghias telinga yang membuai para pendengarmu. Setiap sepak terjangmu jadikan sebagai ibadah di jalanNYA agar barakah setiap amalmu.
Wahai saudariku muslimah, jagalah kehormatanmu dan bersiaplah menyongsong dunia yang penuh persaingan!Berjilbab bukanlah halangan untuk maju! Aisyah ra adalah contoh nyata bahwa hijab tidak menghalangi beliau sebagai guru para sahabat radliyyallaahu anhum. Ketinggian ilmu Bunda Aisyah tidak ada tandingannya. Shahabiyah yang lainpun menorehkan tinta emas dalam sejarah panjang kegemilangan Islam. Semuanya dilakukan dengan elegan, bermartabat dan berkualitas. Bukan dengan cara pintas yang menggadaikan harkat dan jati diri . Wahai wanita muslimah , melesatlah ke depan memimpin kaum wanita karena di tanganmulah nasib bangsa ini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar