Artikel

Minggu, 27 Juni 2010

Tips dan Nasihat untuk Menikah Menurut Islam

Umumnya setiap orang yang dewasa pasti ingin menikah untuk membentuk keluarga sakinah mawaddah war rahmah atau keluarga yang bahagia di dunia dan akhirat. Apalagi nikah adalah satu perintah agama:
" Barangsiapa kawin (beristeri) maka dia telah melindungi (menguasai) separo agamanya, karena itu hendaklah dia bertakwa kepada Allah dalam memelihara yang separonya lagi." (HR. Al Hakim dan Ath-Thahawi)

Hadis riwayat Anas ra.:

Bahwa beberapa orang sahabat Nabi saw. bertanya secara diam-diam kepada istri-istri Nabi saw. tentang amal ibadah beliau. Lalu di antara mereka ada yang mengatakan: Aku tidak akan menikah dengan wanita. Yang lain berkata: Aku tidak akan memakan daging. Dan yang lain lagi mengatakan: Aku tidak akan tidur dengan alas. Mendengar itu, Nabi saw. memuji Allah dan bersabda: Apa yang diinginkan orang-orang yang berkata begini, begini! Padahal aku sendiri salat dan tidur, berpuasa dan berbuka serta menikahi wanita! Barang siapa yang tidak menyukai sunahku, maka ia bukan termasuk golonganku. (Shahih Muslim No.2487)

Nah bagaimana caranya agar kita bisa memiliki keluarga yang bahagia?

Itu semua tak lepas dari usaha, doa, dan tawakkal kita kepada Allah SWT. Allah dan RasulNya sudah memberi petunjuk di Al Qur’an dan Hadits.

1. Melihat dan berkenalan

Sebelum memutuskan untuk menikah, kita harus melihat dulu calon pasangan kita. Ini agar tidak seperti membeli kucing dalam karung:
Menurut riwayat Muslim dari Abu Hurairah bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam pernah bertanya kepada seseorang yang akan menikahi seorang wanita: “Apakah engkau telah melihatnya?” Ia menjawab: Belum. Beliau bersabda: “Pergi dan lihatlah dia.”

2. Jangan Berpacaran

Meski kita harus ta’aruf atau mengenal, tapi pacaran dalam Islam adalah hal yang terlarang.
Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” [Al Israa’:32]
Ada orang yang berpacaran sampai bertahun-tahun lebih. Bahkan ada pula yang sampai kumpul kebo dengan alasan agar bisa mengenal calon pasangannya. Itu adalah haram. Toh begitu menikah, banyak juga yang cerai.
Sebab bagaimana pun juga orang pacaran itu selalu menutupi kekurangannya dan hanya menampilkan yang baik-baik saja. Banyak ulama mengatakan, kalau pacaran itu tidak pernah kita mendengar suara kentut dari pasangan kita. Tapi begitu menikah, sering sekali kedengaran. Jadi pacaran itu bukanlah hal yang yang tepat untuk mengenal pasangan.
Untuk mengenal pasangan anda, carilah informasi dari orang dekatnya entah itu saudara, teman, atau tetangganya. Minta juga penilaian dari orang tua dan keluarga anda. Sebab orang yang jatuh cinta itu banyak yang “buta.” Tidak dapat melihat kekurangan orang yang dia cinta.
Dari statistik Ohio University dijelaskan bahwa 1 dari 3 wanita di AS pernah diperkosa. Kemudian dari Ensiklopedi MS Encarta juga dijelaskan 80% pelaku adalah pacar dari si korban. Hanya 16% kasus perkosaan yang dilaporkan. Banyak kasus perzinahan mungkin sebetulnya adalah perkosaan di mana si pacar mendesak untuk berhubungan suami istri.Jadi pacaran itu dampak negatifnya cukup banyak.

Sulit Mencari Jodoh?

Ada juga orang yang sulit mencari jodoh. Kemungkinan orang ini terlalu pilih-pilih . Yang penting itu sebenarnya akhlak dan agamanya. Selain itu seringlah bersilaturrahim ke tempat saudara atau mengikuti pengajian. Makin luas silaturrahim anda, makin mudah pula anda mencari jodoh. Jangan lupa untuk senantiasa senyum sehingga orang tidak kabur ketika melihat anda

Jangan Melamar Wanita yang Sedang Dilamar Orang Lain

Ada pepatah Perancis: “Cherchez la Femme” Artinya, (jika ada keributan) carilah wanitanya. Ini karena sering terjadi perkelahian untuk memperebutkan wanita. Tak jarang berakhir dengan maut. Oleh karena itu, Islam melarang seseorang untuk melamar wanita lain yang sedang dilamar pria lain.
Dari Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah seseorang di antara kamu melamar seseorang yang sedang dilamar" ( Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut Bukhari). jadi HARAM hukumnya melamar wanita yang telah berkhitbah/bertunangan. begitu juga sebaliknya HARAM hukumnya bagi seorang wanita yang telah berkhitbah untuk menjalin hubungan dengan pria lain dan jga HARAM hukumnya bagi laki-laki yang sudah berkhitbah menjalin hubungan dengan wanita lain. Khitbah adalah ikatan/perjanjian yg suci ( mitsaqan ghalidhah) yang harus dijaga dari segala fitnah dan berbagai hal yang bisa merusak ikatan khitbah tersebut.

Memilih Pasangan Hidup

PEDOMAN UTAMA kita harus mencari pasangan hidup yang baik menurut agama
Inilah ukuran yang sebaik-baiknya untuk jadi pegangan dalam memilih pasangan yaitu agama dengan arti yang luas. Termasuk di dalamnya komit men yang sempurna terhadap sistem syariat dan dasar-dasar umumnya yang komprensif. Jika pelamar atau yang dilamar telah mencapai tingkat pemahaman, pengamalan dan komitmen tersebut maka dapat dikatakan dia sebagai orang yang telah mempunyai agama dan akhlak. " wanita itu lazimnya dinikahi karena 4 perkara : karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannyadan karena agamanya maka pilihlah wanita yang mempunyai agama jika tidak maka BINASALAH kamu " (HR. Bukhari dan muslim)
JANGAN memilih jodoh KARENA HARTA, KECANTIKAN ATAU TAMPANNYA WAJAH . faktor harta, kecantikan atau ketampanan yang tidak di dasari oleh agama, akhlak, budi pekerti yang luhur acapkali menyilaukan banyak orang baik laki-laki maupun wanita. Sekarang ini banyak pria atau wanita yang lebih memilih harta, ketampanan dan kecantikan sebagai syarat mutlak tanpa memperhatikan lagi keluhuran akhlak dan lingkungan pendidikannya yang baik. Sehingga perkawinannya hanya menghasilkan kepahitan dan berakhir dengan malapetaka dan kerugian

Wahai Wanita dengarkanlah Bisikanku ini .....

Sejarah Hitam Pelecehan Terhadap Wanita
Sejarah pelecehan terhadap wanita muslim berawal dari negeri Kan’an, Mesir, ketika penguasa Mesir pada waktu itu Muhammad Ali Basya mengadakan program pengiriman mahasiswa-mahasiswa muslim ke Prancis. Di antara mereka yang dikirim adalah Rif’at Rafi’ Ath-Thahthawi (w. 1290 M). Dialah yang pertama kali menyebarkan bibit propaganda terhadap emansipasi wanita ini sepulangnya dari Prancis. Lalu mulailah gerakan setan ini diteruskan oleh para pewarisnya di segala penjuru negeri Islam.Di Mesir sendiri -negeri pertama kali yang mempropagandakan gerakan emansipasi wanita ini- banyak orang yang terpengaruh dengan pemikiran Rif’at ini yang kebanyakan mereka adalah para intelektual muslim hasil didikan Barat dan orang Nashrani, diantaranya adalah:
Markus Fahmi (w. 1374 M) dalam bukunya Al-Mar’atu fi Asy-Syarqi(Wanita Timur).
Ahmad Luthfi As-Sayyid (w. 1382 M), orang pertama kali yang mengajak wanita-wanita menanggalkan busana muslimahnya. Dan ini sejarah pertama yang tercatat di Mesir dan mendapat dukungan dari Thaha Husain (w. 1393 M)
Qasim Amin (w. 1326 M) orang kedua setelah Rif’at yang menjadi propagandis terkenal dalam gerakan emansipasi wanita. Dia menulis buku yang terkenalTahriirul Mar’at (Emansipasi Wanita). Yang banyak mendapat kecaman dari para ulama baik di Mesir, Syam dan Iraq dan dihukumi murtad oleh mereka. Akan tetapi tidak lama kemudian dia menulis buku lagi yang berjudul Al-Mar’atu Al-Jadiidatu (Wanita Modern), maksudnya adalah: merubah wanita muslimah menjadi wanita Eropa.
Ratu Naziliy Abdurrahman Shabriy, seorang muslimah yang telah murtad dengan pindah ke agama Kristen. Dia merupakan salah satu pendukung tulen gerakan “Emansipasi Wanita” ini (Lihat: Ratu Naziliy: 8/226-227)
Sa’d Zaghlul (w. 1346 M) dan saudara sepupunya Ahmad Fathi Zaghlul (w. 1332 M) sebagai pelaksana pemikiran yang dibawa oleh Qasim Amin ini.
Huda Sya’rawi (w. 1367 M) pemimpin gerakan wanita di Kairo yang mendakwahkan Emansipasi Wanita pada tahun 1337 M. Dan kongres mereka yang pertama kali dilangsungkan di gereja Al-Marqashiyah di Mesir tahun 1338 M. Huda Asy-Sya’rawi adalah wanita muslimah Mesir pertama kali yang menanggalkan hijab.
Dan masih ada lagi nama-nama lain dari para pengikut hawa nafsu dari Mesir seperti: Ihsan Abdul Quddus, Mushthafa Amin, Najib Mahfudz, Thaha Husain dari kalangan umat Islam, sedangkan dari kalangan Kristen muncul nama seperti: Syibli Syumayyil, Farah Anton dll. Mereka bahu membahu mendakwahkan gerakan iblis ini untuk mengelabui wanita-wanita muslimah dengan menggunakan surat kabar, sarana pertama dan paling utama serta paling untuk efektif untuk menyebarkan gerakan ini. Maka muncullah surat kabar dengan nama “Majalah As-Sufur (Majalah Pornografi)” pada tahun 1318 M, yang isinya tidak lain merusak wanita muslimah seperti : Menampilkan gambar-gambar wanita seksi., Pemikiran sesat tentang wanita itu sama dengan lelaki dalam semua hal, Menjelek-jelekkan ajaran islam bahwa lelaki adalah pemimpin bagi wanita., Menampilkan mode dan busana ala Barat, Menampilkan gambar tempat-tempat hiburan, kafe, bar, Menampilkan kisah-kisah mesum dan porno yang merusak kehormatan wanita.
Kisah yang Memilukan
a. Kisah Pertama: ketika Sa’ad Zaghlul pulang dari Inggris -dengan membawa pemikiran sesatnya untuk merusak Islam dari dalam- untuk menyambut kedatangannya di bandara dibuatlah dua panggung, satu khusus untuk laki-laki dan yang lain untuk wanita dengan memakai hijab. Begitu Sa’ad Zaghlul turun dari pesawat, dia langsung menuju panggung khusus wanita dan disambut langsung oleh Huda Sya’rawi yang pada waktu itu memakai hijab agar dilepas oleh Sa’ad. Lalu Sa’ad pun melepaskan hijab dari Huda yang diikuti serentak oleh wanita-wanita yang hadir pada saat itu dengan bersorak-sorai.

b. Kisah Kedua: Shafiyah bintu Mushthafa Fahmi, isteri Sa’ad Zaghlul yang setelah menikah dengannya dia mengganti namanya menjadi Shafiyah Hanim Sa’ad Zaghlul, dengan menisbahkan dirinya sebagai istri ke nama suaminya sebagaimana kebiasaan wanita-wanita barat setelah mereka menikah. Pada sebuah demonstrasi wanita yang berlangsung di depan istana Nil, dia melepas hijab yang diikuti secara serentak oleh para wanita yang lain. Kemudian mereka menginjak-injaknya dan membakarnya bersama-sama. Oleh karena itu lapangan tempat terjadinya peristiwa tersebut dengan nama “Maidan At-Tahrir “ (Lapangan Kebebasan).

Jagalah Kehormatanmu wahai wanita dengan cara :

1. Tegar dengan memakai jilbab syar’i
Memakai jilbab syar’i juga termasuk sebab terbesar dalam merealisasikan kesucian dan kehormatan diri. Ini merupakan kewajiban yang Alloh embankan atas seluruh wanita muslimah. Tidak ada alasan bagi mereka untuk menolak atau meragukan hukumnya. Alloh berfirman:
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Alloh adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. al-Ahzab [33]: 59)
Betapa tegas dan jelas ayat yang mulia ini menunjukkan bahwa jilbab merupakan perintah dan syar’iat Alloh Ta’ala kepada segenap wanita muslimah, bukan seperti yang didengungkan sebagian kalangan. Kata mereka, jilbab muslimah hanyalah tradisi wanita Arab karena mereka tinggal di daerah panas. Sungguh amat besar kedustaan yang keluar dari mulut mereka!! Apabila setiap wanita telah menyadari bahwa jilbab merupakan perintah agama bukan hanya sekadar mode semata, maka ia wajib memakai jilbab yang memenuhi persyaratan-persyaratan sehingga terwujudlah manfaat jilbab sebagai sarana menjaga kesucian diri. Di antara syarat-syarat yang harus dipenuhi jilbab adalah Menutupi seluruh badan selain yang dikecualikan, Tidak ketat sehingga membentuk tubuh, Kainnya harus tebal, tidak tembus pandang, Tidak menyerupai pakaian laki-laki, Tidak menyerupai pakaian wanita kafir,

2. Pilih teman yang sholihah
Kita semua menyadari, bahwa manusia tidak bisa hidup melainkan harus berteman dan bersosialisasi. Demikian pula wanita muslimah, punya teman dan handai tolan yang sehari-hari berinteraksi dan bergaul dengannya. Namun, hendaknya wanita muslimah bersikap selektif dalam memilih teman bergaulnya. Pilihlah teman yang bisa membantu dalam kebaikan dan ketaatan kepada Alloh, teman-teman yang selalu menjaga kesucian dirinya, karena teman punya pengaruh yang sangat kuat dalam membentuk kepribadian seseorang. Perhatikan firman Alloh berikut ini
Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Robbnya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhoan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas”. (QS. al-Kahfi [18]: 28)

Sebaliknya, teman yang jelek akan mendorong untuk berbuat jelek pula, tidak menguntungkan justru membawa kerugian dan penyesalan. Alloh berfirman:

”Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: “Aduhai kiranya (dahulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rosul. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku dahulu tidak menjadikan si fulan itu teman akrabku. Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari al-Qur’an ketika al-Quran itu telah datang kepadaku, dan adalah setan itu tidak mau menolong manusia.” (QS. al-Furqon [25]: 27-29)

Rasulullah SAW bersabda yang artinya:”Berjanjilah kepadaku, bahwa kamu akan mengerjakan enam perkara ini, niscaya aku jamin masuk syurga:
1.berkatalah yang benar.
2.tepatilah apabila kamu berjanji.
3.tunaikanlah apabila di amanati orang.
4.jagalah kehormatanmu.
5.tundukkanlah pandanganmu (dari wanita)
6.hentikanlah lencang tanganmu (jangan suka memukul orang)¨. Hadits riwayat Ahmad
Menjaga pandangan adalah kehormatan bagi wanita, malu adlah perhiasannya. Dan dalam kitab- Nya telah diperintahkan agar kaum hawa menahan pandangan dan menjaga kemaluannya. Milikilah rasa malu karena itu adalah harga dirimu. “ Zina mata adalah memandang ( jelalatan), zina lisan adalah bicara (jorok), zina tangan adalah menyentuh, zina kaki adalah melangkah ke tempat remang –remang, zina telinga adalah mendengarkan yang tidak – tidak , sedangkan kemaluan membenarkan atau mendustakannya “ ( HR Iman Ahmad).

Tebar pesona , mengingatkan diri menjadi pusat perhatian orang, berarti menjadikan diri ingin pujian dan membuat orang terpesona akan keberadaanmu.. Jangan kau tebarkan pesonamu dengan murah karena pesona itu akan memudar. Seperti buah durian bila terbuka baunya menyenangkan sesaat. Semua orang bisa ikut mencium bau harumnya, bahkan ikut menjilat dan mencicipinya. Tetapi rasanya sudah tidak enak untuk dimakan, bahkan terkadang durian iu tidak berharga lagi karena dihinggapi banyak lalat. “ sikap menjaga diri dan malu membuat engkau semakin anggun, membuatmu semakin cantik. Gunakanlah pakaian takwamu dan perhiasan imanmu…
Menjadi laki-laki atau perempuan memang bukan pilihan kita. Tetapi menjadi laki-laki yang baik atau buruk adalah sebuah pilihan dalam genggaman kita. Terlebih-lebih bagi perempuan, mau menjadi wanita shalihah atau ahli maksiat adalah pilihan yang harus diambil. Dalam setiap tayangan TV, dapat dipastikan bahwa wanita senantiasa menghiasi semua program. Iklan-iklanpun bertaburan bintang-bintang wanita sekalipun barang yang dijual tidak ada hubungan sama sekali dengan wanita. Wanita sudah menjadi bagian penting dalam promosi, bahkan komoditi itu sendiri. Tak jarang, wanita-wanita seperti ini menjadikan profesi bintang publikasi sebagai cita-cita dan tujuan hidupnya karena dengannya popularitas dapat diraih dan duitpun menumpuk di kantong. Untuk mencapai tujuannya ini tak jarang mereka menggunakan segala cara. Tubuh yang Allah anugerahkan untuk dijaga kehormatan dan ditutupi auratnya justru dieksploitasi habis-habisan. Tak sedikit yang kemudian menggadaikannya…
Hai wanita , apa yang akan kau sampaikan di hadapan Rabbmu di hari pengadilan nanti?
Ketika lidah dikunci dan setiap helai rambut menjadi saksi? Tatkala lisan tak berfungsi dan setiap degup hati dimintai pertanggungjawaban? Itulah sebabnya menjadi wanita shalihat adalah sebuah keharusan. Oleh karena itu saudariku, tutuplah auratmu agar tak ada mata yang menjadi liar karenanya. Tutuplah dengan sempurna agar tak ada celah bagi setan untuk membeliakkan mata para pria. Lindungi auratmu dengan santun dan mulia. Bukan ditutup tapi ditonjolkan. Bukan ditutup tapi diketatkan. Bukan ditutup tapi dibelah tinggi.
Tolonglah para lelaki agar teduh mata hatinya….
tak cukup hanya menjilbabi fisikmu. Wajah cantik muslimah pun menggugah selera. Teduhkan wajahmu dengan malu kepada Allah SWT agar setiap senyummu menjadi sedekah, bukan penghias mimpi para jejaka. Jadikan lantunan suaramu sebagai tadzkirah bukan penghias telinga yang membuai para pendengarmu. Setiap sepak terjangmu jadikan sebagai ibadah di jalanNYA agar barakah setiap amalmu.
Wahai saudariku muslimah, jagalah kehormatanmu dan bersiaplah menyongsong dunia yang penuh persaingan!Berjilbab bukanlah halangan untuk maju! Aisyah ra adalah contoh nyata bahwa hijab tidak menghalangi beliau sebagai guru para sahabat radliyyallaahu anhum. Ketinggian ilmu Bunda Aisyah tidak ada tandingannya. Shahabiyah yang lainpun menorehkan tinta emas dalam sejarah panjang kegemilangan Islam. Semuanya dilakukan dengan elegan, bermartabat dan berkualitas. Bukan dengan cara pintas yang menggadaikan harkat dan jati diri . Wahai wanita muslimah , melesatlah ke depan memimpin kaum wanita karena di tanganmulah nasib bangsa ini

RAHASIA Dibalik RAHASIA

Fitrah agama Islam menginginkan terpeliharanya kesucian dan kehormatan pihak laki-laki dan perempuan sebelum mereka memasuki jenjang perkawinan. Dan hal ini didambakan semua orang. Sekalipun bagi mereka yang berenang dalam LUMPUR CUMBU RAYU PACARAN yang HARAM. Mereka tetap pada fitrahnya semula yaitu menginginkan pasangan hidup bersih, bersih lahir dan batin. Kalaupun masih ada mereka yang mengingkari fitnah yang telah berurat dan berakar dalam dirinya, silahkan jawab sendiri pertanyaan berikut:

1. Apakah anda dapat berlaku jujur tentang hal ikhwal adegan yang pernah anda lakukan waktu berpacaran dengan si A,B,C, s/d Z, kepada calon pasangan yang akan menjadi istri/suami anda yang sesungguhnya ? Kalau tidak, mengapa anda berani mengatakan pacaran merupakan satu bentuk pengenalan kepribadian antara dua insan yang saling jatuh cinta dengan dilandasi sikap saling percaya ? sedangkan kenapa kepada calon pasangan hidup anda yang sesungguhnya anda berdusta ? Bukankah sikap keterbukaan merupakan salah satu kunci terbinanya keluarga sakinah ?

2. Mengapa anda pusing 7 keliling untuk memutuskan seseorang yang akan menjadi pendamping hidup anda ? Apakah anda takut mendapatkan pendamping yang telah sekian kali pindah tangan ? Tapi mengapa anda begitu GEMAR BERPACARAN, hingga melahirkan korban baru dengan kondisi yang menyedihkan dari tangan anda ?

3. Jika anda disuruh menjatuhkan pilihan dari 2 calon pasangan untuk menjadi pendamping hidup anda, yang satu pernah berpacaran dan yang lainnya teguh memegang syariat islam, yang mana yang akan anda pilih ? Tentu yang teguh dalam berislam. Tapi mengapa anda berpacaran dengan orang lain, sementara anda menginginkan pendamping hidup yang bersih ?

4. Bagaimana perasaan anda jika mengetahui istri/suami anda sekarang mempunyai nostalgia berpacaran? Tentu kecewa bukan kepalang, tapi mengapa anda melakukan adegan serupa dengan seseorang yang nantinya akan menjadi pendamping hidup orang lain ?

5. Kalau istri/suami anda sekarang , mau buka mulut tentang nostalgia berpacarannya sebelum menikah dengan anda, apakah anda percaya, jika dia bilang kala itu kami berdua hanya bicara biasa-biasa saja dan tidak saling bersentuhan tangan? Kalau tidak, mengapa ketika berpacaran bersentuhan tangan dan nberciuman anda bilang sebagai bumbu penyedap ?

6. Jika anda telah menjadi seorang ayah atau ibu dari anak anda, apakah anda senang mempunyai anak yang hoby pacaran ? Kalau tidak mengapa anda begitu tega menyeret orang tua anda ke dalam bara api neraka ? Anda tuntut mereka dihadapan Allah karena tidak melarang anda berpacaran.

Itulah beberapa pertanyaan " RAHASIA dibalik RAHASIA" untuk anda penganut MADZAB PACARAN, yang tahu hanya Allah dan nurani anda yang paling dalam.

Sabtu, 26 Juni 2010

7 KARAKTER LAKI-LAKI SHALEH DAN 10 KARAKTER WANITA SHALEHAH

7 KARAKTER LAKI-LAKI YANG SHALEH

Setiap Muslim pasti menginginkan menjadi hamba yang saleh. Bahkan, sesudah kita berwudlu untuk menghadap dan berdialog dengan Allah (shalat), kita disunahkan berdoa kepada-Nya. Salah satu doa tersebut adalah 'dan jadikanlah aku termasuk kelompok hamba-Mu yang saleh". Jangankan sebagai manusia biasa, Nabi Ibrahim AS pun berdoa:

"Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh." (QS Asy-Syu'ara [26]: 83).

Untuk menjadi pria yang saleh, perlu diketahui kriteria pria yang saleh tersebut. Dengan memahami kriteria tersebut, diharapkan kita berupaya untuk melakukannya sehingga di hadapan Allah kita termasuk dalam golongan hamba-hamba yang saleh. Adapun kriteria pria yang saleh, disebutkan oleh Allah dalam Alquran surah Ali Imran [3] ayat 113-114. Dalam ayat ini, disebutkan tujuh kriteria hamba yang saleh:

Pertama, pria/laki-laki yang berlaku lurus (memiliki karakter istikamah). Yakni, teguh pendirian, konsisten, dan komitmen dalam meyakini dan melakukan kebenaran.

Kedua, senantiasa membaca ayat-ayat Allah, baik yang qauliyah (naqliyah), maupun ayat-ayat kauniyah (aqliyah) >>> Setiap hari membaca Al Qur'an

Ketiga, Senantiasa sujud di tengah keheningan malam, dengan melaksanakan shalat malam/Tahajud/Qiyamul lail

Keempat, beriman kepada Allah. Setiap perbuatan dan tingkah lakunya dilandasi dengan zikir (ingat) Allah. Dengan demikian, zikir itu akan menjadi alat kontrol dan stabilitator baginya dari berbagai kemaksiatan dan dosa.

Kelima, beriman kepada hari akhir. Selain Ia mencari kebahagiaan dunia, kehidupannya juga senantiasa beroritenasi akhirat dan jangka panjang. Ia mengisi waktunya dengan kegiatan positif yang bernilai ibadah.

Keenam, mengajak orang lain untuk berbuat baik dan menghindari kejahatan atau kemaksiatan. Ia harus menjadi teladan, sehingga orang lain bisa mengikutinya.

Ketujuh, bersegera melakuan kegiatan positif. laki-laki yang saleh tersebut senantiasa berlomba-lomba melakukan kebaikan yang dilandasi dengan keikhlasan karena untuk Allah SWT.

Tujuh karakter di atas merupakan karakter laki-laki yang saleh. Dari ayat ini pula dapat disimpulkan bahwa kesalehan tersebut mencakup dua hal, yaitu kesalehan ritual dan kesalehan sosial

10 KARAKTER WANITA SHALEHAH

Muslimah shalihah yang berakhlak mulia memiliki beberapa karakteristik yang indah, yaitu:

Pertama, bertakwa Kepada Allah SWT dan bisa menjaga dirinya, anak-anaknya, serta harta suaminya. Dalam Al Qur’an Allah Berfirman yang maksudnya,
Sebab itu, Maka wanita yang saleh ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara dir ketika suaminya tidak ada, oleh Karena Allah Telah Memelihara mereka.” (Q.S An Nisa’:34)

Kedua, ia memiliki sifat sabar. Ia bersikap tabah dalam menghadapi berbagai persoalan. Bahkan ia pandai menghibur suaminya yang sedang di rundung masalah. Bukannya malah merunyamkan suasana.

Ketiga, senantiasa menjaga shalat 5 waktu. Sebagaimana maklum shalat 5 waktu adalah tiang agama. Muslimah yang menjaga shalatnya adalah sosok muslimah yang sendi-sendi keimanannya kokoh. Ia akan kuat menghadapi berbagai terpaan cobaan dan musibah. Muslimah seperti inilah yang bisa menjadi faktor kunci sukses suaminya.

Keempat, menjaga auratnya dengan baik. Ia tak mau keluar rumah kecuali seizin suaminya. Andaikata keluar, ia menutupi aurat yang menjadi kehormatannya serta suaminya. Allah SWT berfirman yang maksudnya, ” Hai nabi. Katakanlah kepada isteri-isteri mu, anak-anak perempuammu dan isteri-isteri orang beriman “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk di kenal. Karera mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(Q.S Al Ahzab, 59)

Kelima, taat kepada suaminya, menghormatinya, mencintainya, menyayanginya. Selalu menampakkan wajah yang menyenangkannya. Selalu memberikan dukungan kepada suami baik dalam urusan pekerjaan atau ibadah. Tidak menghardik atau mengeluarkan kata-kata kotor kepadanya. Tidak membicarakan aib-aibnya kepada wanita lain. Tak pernah ada niatan untuk menyakitinya. Ia senantiasa menlakukan perbuatan yang membuat ridha suaminya. Rasul SAW bersabda, “Tatkala seorang muslimah melaksanakan shalat 5 waktu, menunaikan puasa wajib dan mematuhi suaminya, maka ia akan memasuki surga Tuhannya.”

Keenam, bisa mengasuh dan mendidik anak-anaknya dengan baik. Sebab seorang ibu/istri lebih dekat kepada anak-anaki. Seorang Muslimah Shalihah akan mengajarkan anak-anaknya membaca Al Qur’an, menanamkan rasa cinta kepada Nabi SAW beserta keluarganya. Mendampingi mereka melewati masa kanak-kanak dengan lembut dan penuh cinta, menjauhkan merekan dari akhlak tercela. Dan tak kalah pentingnya, mengajarkan mereka rasa hormat kepada ayahnya.

Ketujuh, mampu menasehati suami yang sedang lalai dari ibadah dengan cara yang santun dan bijak. Ia bisa mengambil hati suaminya sebelum mengingatkannya. Cara demikian lebih bisa di terima suami ketimbang cara-cara langsung yang akan memperburuk situasi.

Kedelapan, memiliki prinsip hidup yang kuat. Ia tak mudah terpengaruh gaya hidup non islami yang sekarang ini gencar di budayakan oleh media massa. Sebagai muslimah ia harus tetap berpegang teguh pada ajaran Islam baik dari segi berpakaian, berprilaku dan lainnya. Ia pantang meniru lifestyle wanita non muslim. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa meniru gaya hidup suatu kaum, berarti ia termasuk golongan tersebut.”

Kesembilan, ia mampu menjaga penglihatannya dan kehormatannya. Ia tak mau memandang laki-laki selain suaminya. Kehormatannya di jaga mati-matian demi suaminya. Ia bersolek hanya untuk suaminya. Ini merupakan gambaran Bidadari Syurga. Allah SWT berfirman.. Yang artinya, “Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan kemaluannya. Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (Q.S An Nuur:31)

Kesepuluh, bersikap wara’. Ia tak mau mengkonsumsi makanan-makanan yang haram ataupun yang syubhat. Demikian pula ia menjaga suami dan anak-anaknya dari hal tersebut. Ia faham betul bahwa dari makanan yang baik dan halal akan lahir pula kepribadian-kepribadian yang baik. “Kuatnya agama adalah sikap wara’.” demikian sabda Nabi SAW.

Demikian sebagian karakteristik muslimah yang shalihah. Dengan karakteristik tersebut ia akan menampakkan kecantikan bathin yang akan abadi dan takkan lapuk oleh penuaan seperti halnya kecantikan jasmani.

Rasulullah SAW dalam sabdanya, “Dunia seluruhnya adalah perhiasan, dan perhiasan yang terindah adalah wanita yang shalihah.”

Jumat, 25 Juni 2010

WAHAI WANITA INILAH "PERSAHABATAN YANG BAIK" INILAH JALAN AGAR TEGAR DI JALAN HIDAYAH Bagikan

Sesungguhnya seorang siswi atau mahasiswi di dalam sekolah atau pun universitas benar-benar akan terpengaruh dengan teman dekatnya. Seorang teman dan kawan benar-benar akan memberikan pengaruh kepada orang yang di ajak berteman atau berkawan. Dan ini terjadi dalam perkara yang baik maupun yang buruk. Oleh karena itu teman yang baik akan saling membantu dalam rangka kebaikan dan ketakwaan. Sebaliknya teman yang rusak akan membantu dalam hal dosa dan permusuhan. Untuk itu seorang wanita haruslah meneliti betul dengan siapa ia berkawan, dengan siapa dia berteman dan dengan siapa dia berjalan. Begitu seterusnya.

Alangkah bagusnya contoh yang diberikan Nabi SAW mengenai hal itu beliau bersabda
" Perumpamaan teman duduk yang shaleh dan yang buruk adalah seperti pembawa minyak wangi dan peniup pandai besi. Pembawa minyak wangi mungkin ia akan mengikuti langkahnya atau mungkin juga engkau membeli darinya atau engkau akan mendapatkan aroma harum darinya, Sedangkan peniup pandai besi mungkin ia akan membakar bajumu atau engkau mendapatkan bau tak sedap darinya" (HR. Muttafaq alaih).
Juga karena manusia itu akan terpengaruh dan memberikan pengaruh terhadap orang yang ia jadikan teman, kawan dan pendampingnya ( suami/istri). Kita dapatkan bahwa Nabi SAW bersabda
"Seseorang ada dalam agama teman dekatnya. Maka lihatlah olehmu, siapa kawan dekatnya" (HR. Tirmidzi dan Ibnu Madjah).
Oleh karena itu wanita sholihah adalah yang memilih orang yang ia ridhoi agamanya, akhlaknya, kepribadiannya dan prilakunya. Ia tidak ingin berspekulasi dalam urusan dengan agamanya, tidak akan mengambil resiko dalam hal akhlak dan kepribadiannya dengan menjadikan orang yang tidak ia ridhoi agama dan akhlaknya sebagai teman.

Wahai Wanita Muslimah ... hendaknya kalian mencari teman yang baik dengan wanita yang shalehah. Wanita shalehah adalah yang berjalan bersamamu menuju Allah, yang menunjukkan kepadamu kebaikan, memberikan nasehat kepadamu dan engkau bisa belajar kepadanya tetntang kebaikan dzikir dan tilawah Al Qur'an.

Adapun teman yang buruk, maka salah seorang dari mereka tidak akian memberikan kepadamu selain keburukan, mengajakmu kepada semua bentuk kehinaan, menghalangimu dari semua keutamaan. Darinya Engkau akan belajar bagaimanan membuang-buang waktu, mendengarkan dan menyaksikan kemunkaran, serta tunduk dan taat pada setan.

Berapa banyak wanita yang mengerti jalan setan dan terjerumus kedalamnya lantaran teman yang jahat
Berapa banyak pula wanita yang mengerti jalan Allah dan masuk ke dalamnya lantaran teman yang baik. iMAM sYAFI'I BERKATA" Kalau bukan karena shalat malamdi waktu sahur dan berteman dengan orang baik, aku memilih untuk tidak usah hidup di dunia ini". Sebagian ulama salaf berkata " Bertemanlah dengan orang baik, yang engkau akan selamat darinya pada kondisi lahiriahmu, pandangannya akan membantumu kepada kebaikan dan mengingatkan dirimu kepada Allah" Umar bin Khattab berkata " Waspadailah temanmu kecuali orang yang bisa memegang amanah dan tidak ada orang yang bisa memegang amanah selain orang yang takut dan taat kepadad Allah".
Nabi Isa berkata " Bertemanlah dengan orang yang ketika engkau melihatnya menjadikan engkau ingat Allahdan orang-orang yang kata-katanya bisa meningkatkan amalanmuserta orang yang mendorong amalanmu". Sebagian nahli hikamh " Perbendaharaan yang baik adalah ketakwaan kepada Allah dan saudara yang shaleh"

SIFAT ORANG YANG LAYAK ANDA JADIKAN TEMAN

1. Berpegang sungguh-sungguh terhadap agamabaik dalam perkataan, perbuatan, lahir dan batin, akidah maupun prilaku
2. Berakhlak baik, tumbuh dari tempat yang baik dan manis tutur katanya
3. Ia istiqamah menggunakan hijab (jilbab dan pakaiannya menutup aurat)
4. Ia bukan termasuk orang yang hamba dunia dalam kata-kata dan tingkah lakunya
5. Memberi dan menerima nasehat karena Allah.
6. Menjadikanmu cinta terhadap amalan shalih dan menjadikan dirimu jauh dari semua bentuk keburukan
7. Ia membantumu untuk mentaati Allah SWT dan menjadikan penghibur bagimu tatkala mengalami berbagai kesedihan dan kepedihan.
Usahakanlah anda mempunyai teman dengan7 karakter di atas, tapi klo teman anda masih ada kekurangannya maka ajaklah dia menjadi baik ( misalnya belum berjilbab maka ajaklah dia berjilbab, beri dia pengeertian dengan cara yang baik dan penuh kesabaran)

BUAH DARI BERTEMAN DENGAN WANITA SHALEHAH


1. Tidak akan celaka
2. Merasa berkesan dengan mereka baik dalam masalah amal,prilaku maupun pemahaman
3. Wanita shalehah akan memberikan nasehat kepadamu dengan adap dan kelemahlembutan ini akan menjadikan kondisimu membaik
4. wanita shalehah akan memperkenalkanmu kepada banyakl wanita shalehah sehingga bertambah kebaikanmu
5. Menjaga waktu dan menggunakannya dalam perkara memberikan manfaat baik di dunia maupun diakherat
Mengingat Allah hanya cukup dengan anda melihat wanita-wanita shalehah sebagaimana sabda Nabi SAW " Waki-wakli Allah adalah yang ketika mereka dilihat, menjadikan ingat kepada Allah" (Hadist hasan shohihu l-jami)
6. Wanita shalehah adalah perhiasan dan penghibur ketika dalam keadaan lapang, pendamping disaat terkena ujian dan dia adalah sebaik-baik penolong bagimu untuk memperingan berbagai kesedihan dan kesusahanmu serta menjadi solusi bagi permaslahan-permasalahan yang engkau hadapi
7. wanita shalehah itu ditakuti oleh setan manusia maupun jin dan ia merupakan benteng yang melindungi dari bisikan dan gangguan setan.

SAAT-SAAT TERAKHIR NABI SAW BERSAMA PUTRINYA Bagikan

Fatimah binti Rasulullah sedang diliputi kesedihan karena ayah tercintanya sedang dilanda sakit, tiba-tiba dari luar pintu terdengar seseorang berseru mengucapkan salam, kemudian berkata: “Bolehkah aku masuk?” tanyanya. Tanpa mengetahui siapa orang itu, Fatimah tidak mengizinkannya masuk, “Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?”

“Tak tahulah ayahku, orang itu sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut.

Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. “Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut,” kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut bersama menyertainya
.
Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. “Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?” Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. “Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu, ” kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.

“Engkau tidak senang mendengar khabar ini wahai kekasih Allah?” Tanya Jibril lagi. “Wahai Jibril, khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?” “Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: ‘Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,” kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. “Jibril, betapa sakitnya sakaratul maut ini.”

Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.

“Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?” Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. “Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi.

“Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku. “Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.



aBibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. “Uushiikum bis-shalaati, wa maa malakat aimaanukum – peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.” Di luar, pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. “Ummatii, ummatii, ummatiii!” – “Umatku, umatku, umatku”

AWAS PANAH-PANAH IBLIS !!!

Berikut ini merupakan PANAH-PANAH IBLIS yang bisa membinasakan laki-laki maupun wanita

1. Ikhtilath, yaitu bercampur baur antara lelaki dan wanita yg bukan mahram. Padahal Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjauhkan umat dari ikhtilath sekalipun dlm pelaksanaan shalat. Kaum wanita yg hadir pada shalat berjamaah di Masjid Nabawi ditempatkan di bagian belakang masjid. Dan seusai shalat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiam sejenak tdk bergeser dari tempat agar kaum lelaki tetap di tempat dan tdk beranjak meninggalkan masjid utk memberi kesempatan jamaah wanita meninggalkan masjid terlebih dahulu sehingga tdk berpapasan dgn jamaah lelaki. Hal ini ditunjukkan oleh hadits Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha dlm Shahih Al-Bukhari. Begitu pula pada hari Ied kaum wanita disunnahkan utk keluar ke mushalla menghadiri shalat Ied namun mereka ditempatkan di mushalla bagian belakang jauh dari shaf kaum lelaki. Sehingga ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam usai menyampaikan khutbah beliau perlu mendatangi shaf mereka utk memberikan khutbah khusus krn mereka tdk mendengar khutbah tersebut. Hal ini ditunjukkan oleh hadits Jabir radhiyallahu ‘anhu dlm Shahih Muslim.

2. Khalwat, berduaan lelaki dan wanita tanpa mahram. Padahal Rasululllah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ يَخْلُوَنَّ أَحَدُكُمْ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ مَعَ ذِي مَحْرَمٍ
Jangan sekali-kali salah seorang kalian berkhalwat dgn wanita kecuali bersama mahram.”

Hal itu krn tidaklah terjadi khalwat kecuali setan bersama kedua sebagai pihak ketiga sebagaimana dlm hadits Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلاَ يَخْلُوَنَّ بِامْرَأَةٍ لَيْسَ مَعَهَا ذُوْ مَحْرَمٍ مِنْهَا فَإِنَّ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir mk jangan sekali-kali dia berkhalwat dgn seorang wanita tanpa disertai mahram krn setan akan menyertai keduanya.”

Berbagai bentuk perzinaan anggota tubuh yg disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dlm hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:

كُتِبَ عَلىَ ابْنِ آدَمَ نَصِيْبُهُ مِنَ الزِّنَا مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ: الْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ، وَاْلأُذُنَانِ زِنَاهُمَا اْلاِسْتِمَاعُ، وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ، وَالْيَدُ زِنَاهُ الْبَطْشُ، وَالرِّجْلُ زِنَاهُ الْخُطَا، وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى، وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ أَوْ يُكَذِّبُهُ
Telah ditulis bagi tiap Bani Adam bagian dari zina pasti dia akan melakukan kedua mata zina adl memandang kedua telinga zina adl mendengar lidah zina adl berbicara tangan zina adl memegang kaki zina adl melangkah sementara kalbu berkeinginan dan berangan-angan mk kemaluan lah yg membenarkan atau mendustakan.”

Hadits ini menunjukkan bahwa memandang wanita yg tdk halal utk dipandang meskipun tanpa syahwat adl zina mata . Mendengar ucapan wanita dlm bentuk meni’mati adl zina telinga. Berbicara dgn wanita dlm bentuk meni’mati atau menggoda dan merayu adl zina lisan. Menyentuh wanita yg tdk dihalalkan utk disentuh baik dgn memegang atau yg lain adl zina tangan. Mengayunkan langkah menuju wanita yg menarik hati atau menuju tempat perzinaan adl zina kaki. Sementara kalbu berkeinginan dan mengangan-angankan wanita yg memikat mk itulah zina kalbu. Kemudian boleh jadi kemaluan mengikuti dgn melakukan perzinaan yg berarti kemaluan telah membenarkan; atau dia selamat dari zina kemaluan yg berarti kemaluan telah mendustakan.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

لأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ أَحَدِكُمْ بِمِخْيَطٍ مِنْ حِدِيْدٍ خَيْرٌ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لاَ تَحِلُّ لَهُ
Demi Allah sungguh jika kepala salah seorang dari kalian ditusuk dgn jarum dari besi mk itu lbh baik dari menyentuh wanita yg tdk halal baginya.”

Meskipun sentuhan itu hanya sebatas berjabat tangan mk tetap tdk boleh. Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:

وَلاَ وَاللهِ مَا مَسَّتْ يَدُ رَسُوْلِ اللهِ يَدَ امْرَأَةٍ قَطُّ غَيْرَ أَنَّهُ يُبَايِعُهُنَّ بِالْكَلاَمِ
Tidak. Demi Allah tdk pernah sama sekali tangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyentuh tangan wanita melainkan beliau membai’at mereka dgn ucapan .”

Demikian pula dgn pandangan Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman dlm surat An-Nur ayat 31-30:

قُلْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوْجَهُمْ – إِلَى قَوْلِهِ تَعَلَى – وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوْجَهُنَّ ..
Katakan kepada kaum mukminin hendaklah mereka menjaga pandangan serta kemaluan mereka –hingga firman-Nya- Dan katakan pula kepada kaum mukminat hendaklah mereka menjaga pandangan serta kemaluan mereka .”

Dalam Shahih Muslim dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma dia berkata:

سَأَلْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ نَظْرِ الْفَجْأَةِ؟ فَقَالَ: اصْرِفْ بَصَرَكَ
Aku bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang pandangan yg tiba-tiba ? mk beliau bersabda: ‘Palingkan pandanganmu’.”

Adapun suara dan ucapan wanita pada asal bukanlah aurat yg terlarang. Namun tdk boleh bagi seorang wanita bersuara yg membangkitkan syahwat dan mengundang fitnah Karena bila demikian mk suara dan ucapan menjadi aurat dan fitnah yg terlarang. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فَلاَ تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلاً مَعْرُوْفًا
Maka janganlah kalian berbicara dgn suara yg lembut sehingga lelaki yg memiliki penyakit dlm kalbu menjadi tergoda dan ucapkanlah perkataan yg ma’ruf .”

7 KARAKTER LAKI-LAKI SHALEH DAN 10 KARAKTER WANITA SHALEHAH Bagikan

7 KARAKTER LAKI-LAKI YANG SHALEH

Setiap Muslim pasti menginginkan menjadi hamba yang saleh. Bahkan, sesudah kita berwudlu untuk menghadap dan berdialog dengan Allah (shalat), kita disunahkan berdoa kepada-Nya. Salah satu doa tersebut adalah 'dan jadikanlah aku termasuk kelompok hamba-Mu yang saleh". Jangankan sebagai manusia biasa, Nabi Ibrahim AS pun berdoa:

"Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh." (QS Asy-Syu'ara [26]: 83).

Untuk menjadi pria yang saleh, perlu diketahui kriteria pria yang saleh tersebut. Dengan memahami kriteria tersebut, diharapkan kita berupaya untuk melakukannya sehingga di hadapan Allah kita termasuk dalam golongan hamba-hamba yang saleh. Adapun kriteria pria yang saleh, disebutkan oleh Allah dalam Alquran surah Ali Imran [3] ayat 113-114. Dalam ayat ini, disebutkan tujuh kriteria hamba yang saleh:

Pertama, pria/laki-laki yang berlaku lurus (memiliki karakter istikamah). Yakni, teguh pendirian, konsisten, dan komitmen dalam meyakini dan melakukan kebenaran.

Kedua, senantiasa membaca ayat-ayat Allah, baik yang qauliyah (naqliyah), maupun ayat-ayat kauniyah (aqliyah) >>> Setiap hari membaca Al Qur'an

Ketiga, Senantiasa sujud di tengah keheningan malam, dengan melaksanakan shalat malam/Tahajud/Qiyamul lail

Keempat, beriman kepada Allah. Setiap perbuatan dan tingkah lakunya dilandasi dengan zikir (ingat) Allah. Dengan demikian, zikir itu akan menjadi alat kontrol dan stabilitator baginya dari berbagai kemaksiatan dan dosa.

Kelima, beriman kepada hari akhir. Selain Ia mencari kebahagiaan dunia, kehidupannya juga senantiasa beroritenasi akhirat dan jangka panjang. Ia mengisi waktunya dengan kegiatan positif yang bernilai ibadah.

Keenam, mengajak orang lain untuk berbuat baik dan menghindari kejahatan atau kemaksiatan. Ia harus menjadi teladan, sehingga orang lain bisa mengikutinya.

Ketujuh, bersegera melakuan kegiatan positif. laki-laki yang saleh tersebut senantiasa berlomba-lomba melakukan kebaikan yang dilandasi dengan keikhlasan karena untuk Allah SWT.

Tujuh karakter di atas merupakan karakter laki-laki yang saleh. Dari ayat ini pula dapat disimpulkan bahwa kesalehan tersebut mencakup dua hal, yaitu kesalehan ritual dan kesalehan sosial

10 KARAKTER WANITA SHALEHAH

Muslimah shalihah yang berakhlak mulia memiliki beberapa karakteristik yang indah, yaitu:

Pertama, bertakwa Kepada Allah SWT dan bisa menjaga dirinya, anak-anaknya, serta harta suaminya. Dalam Al Qur’an Allah Berfirman yang maksudnya,
“Sebab itu, Maka wanita yang saleh ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara dir ketika suaminya tidak ada, oleh Karena Allah Telah Memelihara mereka.” (Q.S An Nisa’:34)

Kedua, ia memiliki sifat sabar. Ia bersikap tabah dalam menghadapi berbagai persoalan. Bahkan ia pandai menghibur suaminya yang sedang di rundung masalah. Bukannya malah merunyamkan suasana.

Ketiga, senantiasa menjaga shalat 5 waktu. Sebagaimana maklum shalat 5 waktu adalah tiang agama. Muslimah yang menjaga shalatnya adalah sosok muslimah yang sendi-sendi keimanannya kokoh. Ia akan kuat menghadapi berbagai terpaan cobaan dan musibah. Muslimah seperti inilah yang bisa menjadi faktor kunci sukses suaminya.

Keempat, menjaga auratnya dengan baik. Ia tak mau keluar rumah kecuali seizin suaminya. Andaikata keluar, ia menutupi aurat yang menjadi kehormatannya serta suaminya. Allah SWT berfirman yang maksudnya, ” Hai nabi. Katakanlah kepada isteri-isteri mu, anak-anak perempuammu dan isteri-isteri orang beriman “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk di kenal. Karera mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(Q.S Al Ahzab, 59)

Kelima, taat kepada suaminya, menghormatinya, mencintainya, menyayanginya. Selalu menampakkan wajah yang menyenangkannya. Selalu memberikan dukungan kepada suami baik dalam urusan pekerjaan atau ibadah. Tidak menghardik atau mengeluarkan kata-kata kotor kepadanya. Tidak membicarakan aib-aibnya kepada wanita lain. Tak pernah ada niatan untuk menyakitinya. Ia senantiasa menlakukan perbuatan yang membuat ridha suaminya. Rasul SAW bersabda, “Tatkala seorang muslimah melaksanakan shalat 5 waktu, menunaikan puasa wajib dan mematuhi suaminya, maka ia akan memasuki surga Tuhannya.”

Keenam, bisa mengasuh dan mendidik anak-anaknya dengan baik. Sebab seorang ibu/istri lebih dekat kepada anak-anaki. Seorang Muslimah Shalihah akan mengajarkan anak-anaknya membaca Al Qur’an, menanamkan rasa cinta kepada Nabi SAW beserta keluarganya. Mendampingi mereka melewati masa kanak-kanak dengan lembut dan penuh cinta, menjauhkan merekan dari akhlak tercela. Dan tak kalah pentingnya, mengajarkan mereka rasa hormat kepada ayahnya.

Ketujuh, mampu menasehati suami yang sedang lalai dari ibadah dengan cara yang santun dan bijak. Ia bisa mengambil hati suaminya sebelum mengingatkannya. Cara demikian lebih bisa di terima suami ketimbang cara-cara langsung yang akan memperburuk situasi.

Kedelapan, memiliki prinsip hidup yang kuat. Ia tak mudah terpengaruh gaya hidup non islami yang sekarang ini gencar di budayakan oleh media massa. Sebagai muslimah ia harus tetap berpegang teguh pada ajaran Islam baik dari segi berpakaian, berprilaku dan lainnya. Ia pantang meniru lifestyle wanita non muslim. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa meniru gaya hidup suatu kaum, berarti ia termasuk golongan tersebut.”

Kesembilan, ia mampu menjaga penglihatannya dan kehormatannya. Ia tak mau memandang laki-laki selain suaminya. Kehormatannya di jaga mati-matian demi suaminya. Ia bersolek hanya untuk suaminya. Ini merupakan gambaran Bidadari Syurga. Allah SWT berfirman.. Yang artinya, “Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan kemaluannya. Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (Q.S An Nuur:31)

Kesepuluh, bersikap wara’. Ia tak mau mengkonsumsi makanan-makanan yang haram ataupun yang syubhat. Demikian pula ia menjaga suami dan anak-anaknya dari hal tersebut. Ia faham betul bahwa dari makanan yang baik dan halal akan lahir pula kepribadian-kepribadian yang baik. “Kuatnya agama adalah sikap wara’.” demikian sabda Nabi SAW.

Demikian sebagian karakteristik muslimah yang shalihah. Dengan karakteristik tersebut ia akan menampakkan kecantikan bathin yang akan abadi dan takkan lapuk oleh penuaan seperti halnya kecantikan jasmani.

Rasulullah SAW dalam sabdanya, “Dunia seluruhnya adalah perhiasan, dan perhiasan yang terindah adalah wanita yang shalihah.”