Fitrah agama Islam menginginkan terpeliharanya kesucian dan kehormatan pihak laki-laki dan perempuan sebelum mereka memasuki jenjang perkawinan. Dan hal ini didambakan semua orang. Sekalipun bagi mereka yang berenang dalam LUMPUR CUMBU RAYU PACARAN yang HARAM. Mereka tetap pada fitrahnya semula yaitu menginginkan pasangan hidup bersih, bersih lahir dan batin. Kalaupun masih ada mereka yang mengingkari fitnah yang telah berurat dan berakar dalam dirinya, silahkan jawab sendiri pertanyaan berikut:
1. Apakah anda dapat berlaku jujur tentang hal ikhwal adegan yang pernah anda lakukan waktu berpacaran dengan si A,B,C, s/d Z, kepada calon pasangan yang akan menjadi istri/suami anda yang sesungguhnya ? Kalau tidak, mengapa anda berani mengatakan pacaran merupakan satu bentuk pengenalan kepribadian antara dua insan yang saling jatuh cinta dengan dilandasi sikap saling percaya ? sedangkan kenapa kepada calon pasangan hidup anda yang sesungguhnya anda berdusta ? Bukankah sikap keterbukaan merupakan salah satu kunci terbinanya keluarga sakinah ?
2. Mengapa anda pusing 7 keliling untuk memutuskan seseorang yang akan menjadi pendamping hidup anda ? Apakah anda takut mendapatkan pendamping yang telah sekian kali pindah tangan ? Tapi mengapa anda begitu GEMAR BERPACARAN, hingga melahirkan korban baru dengan kondisi yang menyedihkan dari tangan anda ?
3. Jika anda disuruh menjatuhkan pilihan dari 2 calon pasangan untuk menjadi pendamping hidup anda, yang satu pernah berpacaran dan yang lainnya teguh memegang syariat islam, yang mana yang akan anda pilih ? Tentu yang teguh dalam berislam. Tapi mengapa anda berpacaran dengan orang lain, sementara anda menginginkan pendamping hidup yang bersih ?
4. Bagaimana perasaan anda jika mengetahui istri/suami anda sekarang mempunyai nostalgia berpacaran? Tentu kecewa bukan kepalang, tapi mengapa anda melakukan adegan serupa dengan seseorang yang nantinya akan menjadi pendamping hidup orang lain ?
5. Kalau istri/suami anda sekarang , mau buka mulut tentang nostalgia berpacarannya sebelum menikah dengan anda, apakah anda percaya, jika dia bilang kala itu kami berdua hanya bicara biasa-biasa saja dan tidak saling bersentuhan tangan? Kalau tidak, mengapa ketika berpacaran bersentuhan tangan dan nberciuman anda bilang sebagai bumbu penyedap ?
6. Jika anda telah menjadi seorang ayah atau ibu dari anak anda, apakah anda senang mempunyai anak yang hoby pacaran ? Kalau tidak mengapa anda begitu tega menyeret orang tua anda ke dalam bara api neraka ? Anda tuntut mereka dihadapan Allah karena tidak melarang anda berpacaran.
Itulah beberapa pertanyaan " RAHASIA dibalik RAHASIA" untuk anda penganut MADZAB PACARAN, yang tahu hanya Allah dan nurani anda yang paling dalam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar